Hape.bid

Dalam Mihrab Cinta

Dalam Mihrab Cinta | Hape Blog - Sesuai dengan judul artikel dari blog Hape Blog, untuk anda yang senang membaca atau belajar ataupun yang sedang mencari referensi Buku Online (eBook) yang berformat PDF atau format aplikasi reader lainnya, semoga artikel yang berjudul Dalam Mihrab Cinta dapat bermanfaat dan sesuai dengan apa yang anda cari, namun jika artikel ini belum sesuai dengan apa yang dicari, silahkan anda mencari dalam blog Hape Blog melaui kotak pencarian. Atau dapat menemukan artikel terkait Dalam Mihrab Cinta dalam kategori Novel,. Bagi anda yang ingin mengunduh atau melanjutkan membaca artikel Dalam Mihrab Cinta. Lanjut ke paragraf berikutnya...

Dalam Mihrab Cinta


Dalam Mihrab Cinta
Siang itu Pesantren Al.Furqon yang terletak di daerah Pagu, Kediri, Jawa Timur geger. Pengurus Bagian Keamanan menyeret.seorang santri yang .diyakini mencuri. Beberapa orang santri terus menghajar santri berambut gondrong itu. Santri itu mengaduh dan minta ampun.
“Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri!” Santri,yang mukanya sudah berdarah-darah itu mengiba.
“Ayo mengaku. Kalau tidak kupecahkan kepalamu!” Teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram. “Sungguh, bukan saya pelakunya.” Si Rambut Gondrong itu tetap tidak mau mengaku.
Serta merta dua bogem melayang ke wajahnya. “Nich rasain pencuri!” Teriak Ketua Bagian Keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut Gondrong mengaduh lalu pingsan.
Menjelang Ashar, si Rambut Gondrong siuman. la dikunci di gudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Kedua tangan dan kakinya terikat. Air matanya meleleh. la meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya sakit. la merasa kematian telah berada di depan mata. Di luar gudang para santri ramai berkumpul. Mereka msneriakkan kemarahan dan kegeraman.
“Maling jangan diberi ampun!”
“Hajar saja maling gondrong itu sampai mampus!”
“Wong maling kok ngaku-ngaku santri. Ini kurang ajar. Tak bisa diampuni!”
la menangis mendengar itu semua. Sepuluh menit kemudian pintu gudang terbuka. Ia sangat ketakutan. Tanpa ia sadari ia kencing di celana karena saking takutnya. Para santri yang didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi Lurah Pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga. Pak Kiai, pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin.


DOWNLOAD FILES PDF


DOWNLOAD NOW

Penutup untuk postingan Dalam Mihrab Cinta, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pengunjung setia Hape Blog, sekedar himbauan untuk anda, bahwa apa yang dibagikan/ dipublikasikan blog ini merupakan hanya untuk edukasi, review, dan pengetahuan saja. Blog Hape Blog tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan atau pelanggaran sesuai hukum yang berlaku. Silahkan gunakan dengan bijak. Bila artikel ini bermanfaat silahkan bagikan kepada teman sosial media anda. Terima kasih